Meski baru genap berusia 7 tahun pada 11 Juni 2015 ini, namun perkembangan Universitas Muhamadiyah Gorontalo (UMG) dibawah kepemimpinan Prof. Nelson Pomalingo hingga kini mengalami lompatan kemajuan yang signifikan. Hal ini menjadi bukti, betapa civitas akademika UMG memiliki semangat dan gairah kerja yang tinggi yang diikuti oleh komitmen menyelenggarakan pendidikan tinggi yang berkualitas.
Capaian dan kemajuan UMG saat ini sungguh sangat menggembirakan, tidak hanya membangkitkan optimisme masyarakat terhadap masa depan UMG, tapi juga dampaknya terhadap masa depan Gorontalo. UMG akan menjadi salah satu Perguruan tinggi yang akan berkontribusi terhadap peningkatan SDM di daerah ini dan daerah lain di luar Gorontalo.
Berbagai indikator terhadap lompatan kemajuan yang diraih UMG dapat dilihat dari berbagai aspek diantaranya peningkatan jumlah mahasiswa, perkembangan infrastruktur, jumlah dosen dan tenaga penunjang akademik serta berbagai prestasi akademik dan non akademik lainnya.
Dari perkembangan mahasiswa, jika tahun 2012 jumah mahasiswa tidak lebih dari seribu orang, tahun 2013 meningkat menjadi 1800 mahasiswa dan tahun 2014 meningkat 100 persen lebih menjadi 4000-an orang mahasiswa.
Pembangunan infrastruktur yang direncanakan awal tahun 2013 dan sudah terealisasi dengan baik adalah pembangunan gedung Fakultas Ilmu Kesehatan yang kini berdiri megah dan diresmikan oleh Anggota DPD RI Rahmijati Jahja yang juga Ketua Tim Penggerak PKK Kab. Gorontalo dan disaksikan Bupati Kab. Gorontalo David Bobihoe Akib. Tahun 2015 ini Gedung Indoor sudah rampung dikerjakan dan sudah mulai digunakan. Selain itu, pembangunan Gedung Fakultas Pertanian yang juga tengah dikebut pembangunannya yang Insya Allah akan rampung akhir tahun 2015.
Salah satu kemajuan yang membanggakan di tahun 2015 ini juga adalah pembangunan kampus III yang berlokasi di Bone Bolango, Kampus III di Boliyohuto, Kampus IV Pohuwato, Kampus V di Gorontalo Utara yang kini sudah dapat digunakan sebagai lokasi perkuliahan, terutama mahasiswa yang berasal dari daerah-daerah di Provinsi Gorontalo.
Tidak hanya itu saja, sejak tahun 2014 pembangunan asrama (kost) bagi mahasiswa baru sebanyak 40 unit kamar bekerjasama dengan pihak swasta juga sudah rampung dikerjakan dan kini sudah dimanfaatkan oleh mahasiswa. Sementara pembangunan asrama mahasiswa yang berlokasi di bagian utara kampus saat ini tengah dalam perampungan.
Demikian juga dengan fasilitas olahraga, dan penataan halaman sekitar kampus saat ini tengah dikebut pekerjaannya. Fasilitas yang sudah dapat digunakan saat ini adalah taman duduk mahasiswa yang berlokasi di pelataran halaman kampus yang ditunjang dengan keteduhan pohon yang berada di kompleks kampus hasil karya mahasiswa Kuliah Kerja Dakwah (KKD)
Tahun 2015 ini, beberapa gedung fakultas tengah dikebut pembangunannya yang diikuti pembangunan gedung Rektorat yang berlokasi di puncak Bukit Huntu Lo Bohu sebagai sasaran akhir pembangunan infrastruktur kampus.
Jika pembangunan gedung Rektorat yang megah dan representatif itu sudah rampung dibangun, maka kampus UMG akan menjadi salah satu kebanggaan masyarakat Gorontalo dan tentu akan menjadi kampus pilihan yang bisa diandalkan oleh masyarakat.
Perkembangan infrastruktur kampus UMG mengalami percepatan dan lompatan kemajuan sangat ditentukan oleh performance civitas akademika di kampus pencerahan yang begitu lincah menangkap segala peluang yang ada dan daya kreatifitas kepemimpinan di kampus yang sangat tinggi. Yang tidak kalah pentingnya bagi masa depan kampus ini adalah lahan perluasan kampus induk yang terus meningkat. Tahun 2014 lalu, UMG menerima hibah tanah dari Pemerintahan David Bobihoe Akib seluas 30 hektar yang kedepan akan memberi andil yang sangat besar bagi geliat dan dinamika kampus.




Jumlah Dosen Meningkat 100 persen
Program Beasiswa dosen.
Jika tahun 2012, jumlah dosen di UMG hanya berkisar 50 orang, maka tahun 2015, jumlahnya sudah mencapai angka yang sangat fantastis yakni sebanyak 200 orang. Hal ini mengindikasikan bahwa kampus UMG saat ini telah menjadi kampus yang sangat diperhitungkan dan tidak lagi sebagai kampus alternative melainkan telah menjadi kampus yang memiliki daya tarik tersendiri di tengah masyarakat dan dalam perspektif SDM dosen yang kualified.
Menariknya lagi, ditengah kondisi kampus yang masih bergelut dengan pembangunan infrastruktur, Prof. Nelson Pomalingo mengalokasikan anggaran beasiswa bagi beberapa dosen untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang Doktor (S3) di Universitas ternama di Indonesia diantaranya Tallha Dangkua, M.Si Program beasiswa ini merupakan terobosan untuk melahirkan dosen yang berkualitas di UMG yang nantinya akan berdampak terhadap ouput UMG di masa-masa yang akan datang.
Tidak hanya tenaga dosen yang mengalami peningkatan, jumlah tenaga penunjang akademik juga mengalami hal yang sama, yakni tahun 2012 berjumlah 25 orang meningkat menjadi 60 orang pada tahun 2015.(ALI MOBILIU)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar